Minggu, 19 Desember 2010

Laporan Praktikum "Kacang Hijau"












"Just Share.. Tulisan ini merupakan kumpulan tugasku dari sekolah.. Daripada file ini lumutan difolderku mending save di sini saja.. Mungkin dapat berguna bagi adek-adek kelasku ato orang lain dan menambah pahala buatku.. Hehe.. Please Enjoy"


LAPORAN PRAKTEK I
                                 

PENGARUH INTENSITAS CAHAYA
TERHADAP KECEPATAN TUMBUH

                             

OLEH :




Utami Sasmita Lestari     (No. Urut 1)
ST. Sakina Lutfhi             (No. Urut 4)
Elsa Maniarti                   (No. Urut 7)
                                   Dwi Sukma                       (No. Urut 8)
Nurmuizzu                        (No. Urut 9)
Fitriani Yahya                  (No. Urut   )
 Arifah Annisa Syam          (No. Urut 37)
                      


SMA NEGERI 10
MAKASSAR
2010




BAB I
PENDAHULUAN

I.1  Latar Belakang
      Sinar matahari memang berguna bagi fotosintesis pada tumbuhan namun efek lain dari sinar matahari ini adalah menekan pertumbuhan sel tumbuhan. Hal ini menyebabkan tumbuhan yang diterpa cahaya matahari akan lebih pendek daripada tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap. Peristiwa ini disebut dengan etiolasi.
      Dampak tanaman akibat etiolasi adalah tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis. Padahal proses fotosintesis bertujuan untuk menghasilkan karbohidrat yang berperan penting dalam pembentukan klorofil. Karena karbohidrat tidak terbentuk, daun pun tanpa klorofil sehingga daun tidak berwarna hijau, melainkan kuning pucat.
      Kondisi gelap juga memacu produksi hormon auksin. Auksin adalah hormon tumbuh yang banyak ditemukan di sel-sel meristem, seperti ujung akar dan ujung batang. Oleh karena itu tanaman akan lebih cepat tumbuh dan panen. Produksi auksin terhambat pada tanaman yang sering terkena sinar matahari.
      Selain itu, enzim riboflavin pada ujung batang menyerap sinar nila dari sinar matahari. Sinar nila perusak enzim-enzim yang membantu pembentukan asam indo asetat (salah satu jenis auksin). Itulah sebabnya, pertumbuhan tanaman etiolasi selalu lebih cepat, tapi batang tidak tegar karena mengandung banyak air. Akibat tidak ada sinar matahari maka organ perbanyakan pada tanaman lama-lama mengkerut lalu mati karena tidak mendapat sumber makanan.
      Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang berperan sebagai produsen di muka bumi ini. Dalam ekosistem terdapat dua macam komponen yang saling ketergantungan, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik terdiri dari tumbuhan, hewan, dan manusia. Sedangkan komponen abiotik antara lain udara, gas, angin, cahaya matahari dan sebagainya. Antara komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi, misalnya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Hasil fotosintesis dibutuhkan oleh makhluk hidup lainnya.
      Oleh karena itu, kami mengadakan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau.     

I.2  Rumusan Masalah
1.  Apakah ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau?
2. Bagaimanakah perbedaan tanaman kacang hijau yang diletakan di tempat terang dan di tempat gelap?

I.3  Batasan Masalah
      Dalam penulisan laporan ini kami membahas, melihat dan mengamati sebatas pada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan tanaman {kacang hijau}.

I.4  Rumusan Hipotesa
I.4.1 Asumsi
 Benih kacang hijau yang ditanam tersebut memiliki daya tumbuh yang berbeda karena pengaruh cahaya matahari.
I.4.2 Hipotesa
Berdasarkan asumsi di atas dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kacang hijau.

I.5 Tujuan Penelitian
      Dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau

I.6 Manfaat Penelitian
1. Sebagai sumber informasi bagi sebagian orang yang belum mengetahui pengaruh cahaya bagi tumbuhan kacang hijau.
2. Sebagai sumber informasi dalam pengembangan teknologi pertanian



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran (massa,panjang) secara kuantitatif yang dihasilkan dari pertumbuhan jumlah sel dan bersifat irreversibel (tidak dapat kembali). Perkembangan adalah proses maju kedewasaan secara kuantitatif terhadap pengembangan tubuh organisme.

II.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan.
1. Nutrisi 
2. Air 
3. Suhu
4. Kelembapan udara
5. Oksigen
6. Tingkat kesamaan & basa (PH)
7. Cahaya
Cahaya
Merupakan faktor utama sebagai energi dalam fotosintesis, untuk menghasilkan energi. Kekurangan cahaya akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Kekuranagan cahaya pada saat pertumbuhan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran lebih kecil, tipis, pucat.

II.3 Hormon pada Tumbuhan yang Mempengaruhi pada Percobaan Ini
Auksin
Jaringan penghasil pada tunas apikal, daun muda embriu dalam sel merangsang perpanjangan sel batang dan merangsang pertumbuhan sel akar, diffrensiasi, perhubungan, dominasi tunas apikal, pekembangan bakal buah, fototropisme dan gravitropisme.

II.4 Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau
Kingdom : Plantae (Tumbuhan) 
Subkingdom
 : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) 
Super Divisi
 : Spermatophyta (Menghasilkan biji) 
Divisi
 : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) 
Kelas
 : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) 
Sub Kelas
 : Rosidae 
Ordo
 : Fabales 
Famili
 : 
Fabaceae (suku polong-polongan) 
Genus
 : 
Phaseolus 
Spesies
 : Phaseolus radiatus L.



BAB III
METODELOGI PENELITIAN

II.1 Metode Penelitian
Tujuan   : Membandingkan kecepatan tumbuh tanaman di tempat yang berbeda intensitas cahayanya
Tempat  : Rumah Utami di Perum.Berlian Permai
Waktu   : Tanggal 11 Agustus 2010 sampai 20 Agustus 2010

II.2 Alat dan Bahan
1.      Dua buah pot yang diisi tanah
2.      Mistar dan alat tulis
3.      Air
4.      Dua puluh biji kacang hijau/kacang merah

II.3 Langkah Kerja
1. Tanamlah 10 bibit kacang hijau atau kacang merah dalam masing-masing pot. Berilah label pada kedua pot tersebut, masing-masing pot I dan pot II.
2. Letakkan pot I di tempat terang dan pot II di tempat gelap, siramlah setiap hari selama 6 hari.
3. Jika biji telah tumbuh, ukurlah panjang batang (tinggi kecambah) dari kedua tanaman di pot tersebut. Pengukuran dimulai dari permukaan tanah hingga ujung batang.
4. Lakukan pengukuran tersebut setiap hari selama 7 hari.
5. Tulislah hasil pengamatanmu dalam tabel pengamatan.
6. Hitunglah rata-rata tinggi kecambah per hari untuk kedua percobaan tersebut. Di hari ketujuh, hitunglah rata-rata tinggi kecambah secara keseluruhan untuk tiap percobaan.
7. Buatlah grafik pertumbuhan rata-rata kecambah kacang hijau.
8. Buatlah kesimpulan tentang kecepatan tumbuh kembang pada tempat yang berbeda intensitas cahayanya.

II.4 Desain Penelitian
Populasi adalah satu pot di tempat terang dan satu pot di tempat gelap.
II.5 Teknik pengumpulan Data
1.   Teknik observasi adalah melakukan penelitian langsung.
2. Teknik perpustakaan adalah dengan mengunjungi perpustakaan dan        mencari buku-buku yang bersangkutan.

II.6 Penyajian data

Mulai rendam  : Tanggal 10 Agustus 2010
Mulai tanam    : Tanggal 11 Agustus 2010
Mulai tumbuh : Tanggal 14 Agustus 2010
Tabel Pengamatan Pertumbuhan Kecambah di Tempat Terang
Hari/Tanggal
Tinggi kecambah dalam milimeter
Rata-rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
14 Agustus 2010
20
17
10
10
-
-
-
-
-
-
5,7
15 Agustus 2010
38
35
20
23
10
10
-
-
-
-
13,6
16 Agustus 2010
58
50
45
50
30
35
12
20
15
10
32,5
17 Agustus 2010
90
85
78
85
62
65
33
40
35
25
59,8
18 Agustus 2010
105
105
97
105
80
85
55
70
58
45
80,5
19 Agustus 2010
115
113
110
110
103
103
85
95
85
70
98,9
20 Agustus 2010
137
130
130
129
125
123
105
110
105
98
119,4
Rata-Rata
80,43
76,43
70
73,14
58,57
60,14
41,43
47,86
42,57
35,43

Ket :
-          :   Belum tumbuh



Mulai rendam  : Tanggal 10 Agustus 2010
Mulai tanam    : Tanggal 11 Agustus 2010
Mulai tumbuh : Tanggal 12 Agustus 2010
Tabel Pengamatan Pertumbuhan Kecambah di Tempat Gelap
Hari/Tanggal
Tinggi kecambah dalam milimeter
Rata-rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
12 Agustus 2010
23
23
10
-
-
-
-
-
-
-
5,6
13 Agustus 2010
45
45
28
25
20
20
10
-
-
-
19,3
14 Agustus 2010
93
90
88
75
70
63
33
20
15
10
55,7
15 Agustus 2010
160
155
147
140
127
110
95
85
48
40
110,7
16 Agustus 2010
225
217
215
200
180
175
165
145
127
85
173,4
17 Agustus 2010
285
270
250
205
200
193
170
165
157
125
202
18 Agustus 2010
290
285
270
230
220
210
205
190
185
165
225
Rata-Rata
160,14
155
144
125
116,71
110,14
96,86
86,43
76
60,71

Ket :
-          : Belum Tumbuh

Pertanyaan
1.   Apakah ada perbedaan kecepatan tumbuh kecambah di tempat yang terang dan di tempat yang gelap? Jelaskan jawabanmu!
Jawab:
Ada, kecambah yang tumbuh di tempat yang gelap akan lebih cepat tumbuh dibanding kecambah yang tumbuh di tempat yang terang sebab hormon auksinnya lebih efektif bekerja, meskipun pada akhirnya warna daunnya akan pucat karena minimnya cahaya saat proses fotosintesis. Cahaya memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkecambahan.

2.   Apa akibatnya jika kecambah disimpan di tempat gelap untuk waktu yang cukup lama? Jelaskan!
Jawab:
Pada tempat gelap kecambah cenderung lebih panjang, karena dia berusaha mencari cahaya untuk melakukan fotosintesis. Pada tempat gelap auksinnya banyak sehingga tumbuhnya lebih cepat. Tumbuhan di tempat gelap akan tampak kuning pucat, kurus, daunnya tidak berkembang, dan lama-kelaman akan mati setelah cadangan makanannya habis. Ini karena cahaya juga merangsang pembentukan klorofil, tumbuhan di tempat gelap tidak dapat membuat klorofil dan akhirnya tidak bisa membuat makanan sendiri (fotosintesis).


3.   Menurutmu, manakah yang lebih baik bagi pertumbuhan tanaman, di tempat yang gelap atau tempat yang terang? Jelaskan jawabanmu!
Jawab :
Pertumbuhan tanaman di tempat terang.

Ø Jika ditanam di tempat gelap, maka tanaman kecambah akan tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil. Kecambah tersebut akan tumbuh kecil tetapi panjang dan lama-kelamaan akan menjadi kerdil. Peristiwa ini disebut ”etiolasi”.
Ø Jika ditanam di tempat terang, maka kecambah akan tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, daun terlihat segar serta memiliki cukup klorofil.

4.   Jelaskan pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tananaman!
Jawab:
1.      Cahaya memegang peranan penting dalam proses fisiologis tanaman, terutama fotosintesis, respirasi, dan transpirasi.
2.      Faktor lingkungan (cahaya) sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kecambah/kacang hijau ini. Cahaya yang selain berpengaruh terhadap proses fotosintesis juga berpengaruh terhadap pertumbuhan setiap organ dan keseluruhan tumbuhan.
3.      Dalam keadaan terang, batang memiliki auksin yang sedikit, karena auksin mengalami kerusakan jika terkena cahaya sehingga pertumbuhan tumbuhan pun terhambat. Tetapi walaupun begitu, tumbuhan dalam keadaan terang memiliki banyak klorofil dan tumbuh berkembang. Sedangkan dalam keadaan gelap, batang memiliki banyak auksin sehingga tumbuh lebih panjang. Tetapi dalam keadaan gelap ini walaupun tumbuh dengan lebih cepat daripada yang terkena cahaya, tumbuhan menjadi pucat karena kekurangan klorofil, kurus, tidak berkembang (mengalami etiolasi), batang membengkok ke arah cahaya dan berumur pendek.


BAB IV
PENUTUP
IV.1                    Kesimpulan
        Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa rata -rata kacang hijau yang tertinggi adalah kacang hijau yang di tanam di tempat gelap dan pertumbuhannya yang paling cepat juga di tempat gelap. Hal ini di sebabkan karena hormon auksin sangat cepat berkembang di tempat gelap
IV.2                    Saran
        Di muka bumi ini. tumbuhan adalah sumber makanan, saran kami adalah marilah kita menjaga kelestarian tanaman karena kita menyadari bahwa tanpa tanaman atau tumbuhan kita tidak akan ada di muka bumi ini. Dan semoga dengan adanya laporan yang kami buat yang berjudul “Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Kecepatan Tumbuh “ para pembaca tertarik membacanya.


DAFTAR PUSTAKA

 Istamar syamsuri,dkk.2004.Biologi untuk SMA Kelas X.Jakarta : Erlangga.
 Istamar syamsuri,dkk.2006.Biologi untuk SMA Kelas XII.Jakarta : Erlangga.
 Skhyono,1999.Seribu Pena Biologi SMU Kelas 1.Jakarta : Erlangga.
 Siti,laila.2004.Biologi Sains dalam Kehidupan Kelas 1 SMA.Jakarta : Yudistira.



1 komentar:

  1. makasih kak. ini sangat membantu krn kebetulan sy jg dpt soal seperti ini, persis. hhe :)

    BalasHapus